Dianpinsa MAN 1 Sleman Bekali Siswa Jadi Pemimpin Besar

Dianpinsa MAN 1 Sleman Bekali Siswa Jadi Pemimpin Besar

Sleman (MAN 1 Sleman) – Setiap lembaga dengan berbagai kegiatannya perlu dikelola dengan manajemen yang baik  guna mencapai tujuan optimal.  Untuk ketercapaian program  diperlukan pemimpin yang memiliki jiwa leadership.  “Melalui kegiatan Gladian Pimpinan sangga atau Dianpinsa, adik-adik sangga akan belajar untuk memperoleh kecakapan kepemimpinan, leadership.  Jadikan dianpinsa sebagai wahana untuk belajar bagaimana memimpin.  Pemimpin memiliki peran strategis terhadap keberhasilan organisasi,” pesan Abdul Ghofur,S.Ag.,M.Pd selaku Kamabigus Kepramukaan MAN ! Sleman  Ambalan Diponegoro – Dewi Sartika saat membuka gladian pimpinan sangga, dianpinsa  Sabtu (1/9) di halaman madrasah setempat.

Dimanapun jiwa kepemimpinan itu dibutuhkan, sehingga peserta dianpinsa harus mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.  Pasti banyak manfaat yang bisa diraih melalui kegiatan ini, tandas Ghofur.  Dianpinsa diikuti 52 peserta yang digelar selama dua hari Sabtu – Ahad (1-2/9) di halaman Masjid Umar Bin Khathab dan kampus MAN 1 Sleman.  “Saya mengajak kepada seluruh aktivis Pramuka, generasi muda sungguh-sungguh mengikuti kegiatan positif ini agar memiliki wawasan luas, kreatif dan terampil.  Dan penting terhindar dari hal-hal negative namun kegiatan yang tetap menyenangkan,” papar Muhammad Hafis ketua Sangga saat melaporkan kepada kamabigus.

Dianpinsa tahun ini bertemakan Scout Create Great Leaders, melalui kepramukaan akan tercipta pemimpin-pemimpin besar.   “Selaku waka  urusan kesiswaan saya berharap regenerasi kepengurusan dapat berjalan lancer.  Saya mengapresiasi seluruh sangga yang sudah menyiapkan kegiatan ini, leadership memang mereka perlukan untuk kedepannya,” jelas Asri WIdyawati,S.Pd,M.Si saat turut menyaksikan pembukaan dianpinsa dengan didampingi para Pembina seperti H Anis Syafa’at,S.Ag,M.Pd.I, Septian Dwi Nugroho,S.Pd serta beberapa purna ambalan yang sudah lulus dari madrasah.

Alhamdulillah, banyak alumni atau purna ambalan yang aktif menjadi Pembina Pramuka beberapa sekolah.  Jadi mereka bisa kuliah nyambi kerja seperti Pembina Pramuka atau instruktur out bond, guru TK, aktivis TPA atau di organisasi social keagamaan.  Ini bukti bahwa kepramukaan kita memperoleh banyak pengakuan eksistensinya,” papar Anis.  Selain itu, banyak prestasi mulai tingkat regional hingga nasional telah diraih oleh kepramukaan yang diasuhnya, pungkasnya. (eds)